KEMESRAAN INI JANGAN CEPAT BERLALU

April 13, 2009 at 3:24 pm 3 comments

Kalau kita kilas balik, penjualan sepeda motor di tahun 2000 hanya mencapai 982.380 unit, itupun dengan catatan 115.278 unit diekspor ke negara lain. Delapan tahun berselang, Industri Sepeda motor mencatat prestasi yang fenomenal, Penjualan Sepeda motor naik lebih dari 6 kali lipat (600%) dibandingkan tahun 2000, yaitu sebanyak 6,2 juta unit diakhir tahun 2008. Jumlah sepeda motor bertambah seperti derek ukur, Jalan-jalan dipenuhi dengan motor.

Kalau ditanya kok bisa begini yah? sedikit banyak ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merk) seperti AHM (Honda), YMKI (Yamaha), Indomobil (Suzuki), dan Kawazaki harus berterima kasih atas dukungan lembaga pembiayaan (leasing) selama ini. Berkat lembaga pembiayaan inilah, penjualan sepeda motor dapat melejit sehingga masyarakat yang dulunya tidak mempunyai cukup uang untuk membeli sepeda motor secara tunai mempunyai alternatif untuk mengambil motor dengan sistem kredit apalagi persyaratan amat gampang.

Sebelum munculnya lembaga pembiayaan ini, hanya segelintir dealer “raksasa” yang mampu menyalurkan kredit sepeda motor itupun jumlahnya sangat terbatas.

Seiring meningkatnya minat konsumen membeli sepeda motor dengan sistem kredit maka lembaga pembiayaan mulai menjamur, biasalah sudah hukum dagangnya, dimana ada gula disana ada semut. Margin keuntungannya cukup besar, biasanya lembaga pembiayaan dapat mengambil spread margin bunga hingga lebih dari 5%. Ini belum termasuk pendapatan denda yang diperoleh kalau konsumen terlambat membayar walau hanya sehari. Pantes aja beberapa dealer “raksasa” tergiur untuk juga mengembangkan usahanya ke bisnis pembiayaan ini, contohnya WOM, NSS, Mandala Finance

Akankan cerita indah ini berlalu? Krisis finansial global yang kini melanda membuat sebagian besar lembaga pembiayaan skala menengah kecil diperkirakan tak mampu bertahan lagi sehingga mereka akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran dan sebagian lagi kemungkinan besar akan gulung tikar (pailit). Bisnis sektor ini amat berat untuk bergerak saat ini karena tingginya kredit macet di satu sisi dan tidak adanya pemberian kredit baru di sisi lain akibat ketatnya likuiditas perbankan.

Krisis ekonomi global membuat suku bunga kredit tetap tinggi, sekalipun Bank Indonesia sudah menurunkan bunga acuannya hingga menjadi 7,75%. Pengucuran kredit dari bank ke lembaga pembiayaan tersendat karena likuiditas yang ketat. kalaupun ada bank yang masih memberi pinjaman kepada lembaga pembiayaan saat ini tentu cost of fund yang tinggi dan disertai prasyarat yang ketat. Pemerintah sendiri tak berkutik menghadapi ulah perbankan ini, setelah dihimbau berkali kali tetap saja bunga kredit tak kunjung turun secara signifikan. Pantes aja … Suku bunga kredit sepeda motor untuk tenor tiga tahun diatas 35%..

Masalah lain, sebagian konsumen tak bisa lagi membayar cicilan karena turunnya harga komoditas seperti kelapa sawit dan batu bara. Selain itu, banyak perusahan yang terpaksa harus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karena sepinya order dari mancanegara. Dikabarkan lebih dari seratus ribu pekerja harus kehilangan lapangan kerjanya. Akibatnya, dalam berapa bulan terakhir ini NPL (Non Perfoming Loan) atau kredit macet meningkat tajam.

Selain itu ATPM dan dealer juga harus “disalahkan” seiring dengan meningkatnya kredit macet. Bagaimanapun mereka turut membuat situasi ini menjadi “runyam”. Saat ini konsumen bisa mendapatkan kredit motor hanya dengan uang muka Rp 100 ribu bahkan tanpa uang mukapun “ok”. Nasabah dengan profil seperti itu dapat kita masukan dalam kategori “berbahaya”. Logikanya kalau hanya sanggup membayar uang muka Rp.100 ribu bagaimana dapat dia membayar angsuran yang mencapai kisaran Rp. 400-500 ribu

Lembaga leasing juga menyalahkan dealer yang ikut menekan lembaga pembiayaan agar melonggarkan persyaratan bagi calon nasabahnya saat akan melepas kendaraan. Bukan rahasia lagi, kalau nasabah bisa membawa motor hanya dengan bermodalkan KTP dan uang muka Rp 100.000. Ini karena dealer memang ingin cepat menjual motornya karena stocknya yang menumpuk.

Pada dasarnya, Motor-motor yang pemiliknya gagal bayar sebenarnya bisa ditarik lagi untuk kemudian dilelang. Namun, ternyata hal ini tidak bisa dilakukan karena motor-motor itu sebagian sudah tak utuh lagi, sehingga kalaupun ditarik tidak akan laku dengan harga bagus. Selain itu kadang-kadang nasabah sudah tak bisa ditemukan di alamatnya. Wong KTP nya aja asal-asalan alias palsu.

ATPM seharusnya peka dengan situasi seperti begini. Kalau kredit macet ini dibiarkan terus menerus, ATPM juga yang akan rugi karena dukungannya dari lembaga pembiayaan akan berkurang. Kalau sudah begitu jelas aja penjualan mereka terganggu. Oleh karena itu, saya ingin menghimbau agar ATPM mau “peduli” . Caranya, ciptakanlah bisnis yang sehat buat ATPM, dealer, leasing dan tentu saja konsumen kita ….

Ataukah memang kemesraan ini harus kita akhiri …..

Entry filed under: motor. Tags: , , , , , , .

MAU SEHAT ATAU SAKIT …. ARTI SEBUAH NAMA …

3 Comments Add your own

  • 1. jomblo ati  |  April 13, 2009 at 5:38 pm

    Ckckck… Tajam sekali.
    Kadang saya sendiri suka lupa, kalo lessor berperan sangat besar di bisnis otomotif. Padahal sebagian besar masyarakat beli motor pake fasilitas kredit. Biar sudah tahu bunganya tinggi, tapi tetap dilakukan. Habis kalo gak kredit, ya gak bakalan punya motor.
    Mudah2an seiring dgn berlalunya pemilu, dan terus menguatnya rupiah di level 11.070/USD akan memicu perbaikan ekonomi indonesia.
    Perbankan skrg emang lg susah mbak, alasannya selalu legal lending limit. Padahal?? Tanya kenapa??

  • 2. Cabe merah  |  April 14, 2009 at 1:03 am

    One point lesson

  • 3. bima  |  April 20, 2009 at 11:51 am

    kalo untung diem, tapi kalo rugi pasti teriak… setiap bisnis pasti ada resikonya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


2009

April 2009
M T W T F S S
« Mar   May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Top Clicks

  • None

Pages


%d bloggers like this: