ARTI SEBUAH NAMA …

April 15, 2009 at 1:46 pm 4 comments

Dari dulu saya senang dengan Honda Revo. Saya senang bukan karena motornya yang bagus melainkan senang dengan namanya yang menurut saya sangat “berarti”. Apalagi diawal tahun ini, AHM telah meluncurkan Revo baru yang diberi nama Absolute Revo.

Revo sendiri merupakan kependekan dari kata “revolusioner” yang artinya kurang lebih “perubahan yang cukup mendasar” sedangkan absolute dapat saya artikan “mutlak”. Kalau dua kata tersebut digabung artinya kira kira perubahan yang cukup mendasar dan mutlak!!!

34246Mungkin sebagian besar pembaca bingung dan berpendapat “sheila” ini lagi ganggur sampai arti kata juga harus dibahas hehe … Arti diatas saya rasa sangat berarti dan dapat menjadi bekal bagi Executive Vice President Director AHM yang baru, Bapak Johannes Loman Executive, yang telah resmi mengantikan Bapak Siswanto Prawiroatmodjo. Untuk dapat terus menjadi Jawara Sepeda Motor nasional dan menahan laju kompetitornya terutama Yamaha, saya rasa Bapak Johannes Loman “mutlak” dam tidak punya pilihan lain kecuali melakukan perubahan yang cukup mendasar.

Perubahan seperti apakah itu? Saya rasa Bapak Johannes Loman yang lebih berpengalaman dan “pintar” dari saya. Bapak Johannes Loman sebelum menjadi Executive Vice President Director AHM telah menjabat sebagai Direktur Marketing PT AHM. Sebelum berkarier di AHM, Johannes Loman menjabat sebagai Direktur Marketing PT.Astra Daihatsu Motor. Sudah cukupkah itu semua bagi Johannes Loman?

Secara market share, saya melihat Johannes Loman selama menjabat sebagai direktur marketing “cukup” berhasil. Buktinya, Honda berhasil mencatat penjualan sebanyak 2,874,576 unit selama tahun 2008 dengan market share sebesar 46.26% naik dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 45.67%. Bahkan, Market share Honda selama triwulan pertama tahun ini adalah 48.03%. Ditangan Johannes Loman “tekanan” bertubi tubi dari YMKI sedikit dapat teratasi.

Kalau saya ngomong keberhasilan Loman aja, saya takut beliau jadi besar kepala …. Lupa untuk melakukan “perubahan yang mendasar dan mutlak”. Jadi lebih baik kita ngomong “kegagalan” dan “dosa” Loman.

Pada berbagai kesempatan didepan media massa, Johannes Loman sering mengatakan bahwa pihaknya concern terhadap kesehatan lembaga pembiayaan yang menjual motor-motor Honda. Menurutnya, rendahnya uang muka dapat menimbulkan kredit macet. AHM akan mengerem pemberian uang muka rendah. Bahkan Johannes Loman menekan bahwa kalau Honda jor-joran dengan uang muka rendah, pasti kompetitor akan mengikuti langkah kami. Akhirnya, lembaga pembiayaan akan sakit. Nyatanya ??? Tanpa uang muka aja boleh lho …. Jadi cuma ngomong doang …

“Dosa” lain adalah ketidakmampuan Johannes Loman sebagai Direktur Marketing PT AHM dalam menghidupkan Honda City Sport (CS-1) dan bahkan Honda Tiger yang sedang merosot drastis penjualan. Well… katakanlah model yang dikeluarkan R&D AHM salah atau apalah ….. khan masih ada strategi marketing yang dapat dipakai sekurangnya kurangnya masih ada usahalah … Buktinya Vega ZR aja yang kita hujat habis habisan modelnya karena “jelek” dan “jadul” bisa bersinar … Bahkan Penjualan Vega ZR sendiri diluar prediksi dari saya. Bandingkan dengan CS-1 yang lebih gagah kok bisa gagal. Sungguh tragis ….

Sampai sini dulu, saya rasa cukup dulu tulisan dari saya. Mohon maaf kalau ada kata kata yang kurang berkenan, tapi percayalah ini semua untuk kebaikan AHM.
Selamat bekerja dan sukses selalu Loman … SAYA INGIN LIHAT PERUBAHANNYA SEPERTI APA, PAK …

Entry filed under: motor. Tags: , , , , .

KEMESRAAN INI JANGAN CEPAT BERLALU SLOGAN VEGA ZR …

4 Comments Add your own

  • 1. seniman sableng  |  April 17, 2009 at 8:00 am

    judulnya kok kurang nyambung sama inti artikelnya hehe

    sedikit opini:

    zr laku karna murah
    cs-1 ga laku karna model masih asing, harga paling mahal untuk kelas 4 tak 125cc.

    dari segi harga aja sudah sewajarnya penjualan cs-1 kalah dengan zr. apple to orange comparison lah.

    TAPI

    di tempat saya malah aneh. mau cs-1, tiger picak, blade, abs revo dan satria alien … nggak sampe 1 minggu setelah launching udah banyak bertebaran di jalan.

    TAPI lebih aneh lagi

    N250 sudah ada yang masuk showroom motor bekas

  • 2. Supra 100  |  April 18, 2009 at 4:52 am

    ^
    Iya sih, sedikit tidak nyambung…

    But apple to orange comparison yang bro maksud juga gak nyambung.

    Yang saya pahami dari artikel ini, vega zr biar “jelek” dan “jadul” dibanding pesaing, dalam hal ini abs. revo, tapi dengan promosi dan pencitraan yang jitu tetap bisa laris dan menyaingi penjualan abs. revo yang jelas-jelas lebih murah.

    Kalo cs-1, semahal-mahalnya masih lebih mahal fu150, apalagi mx135. Tapi cuma awal-awal peluncurannya saja bisa mengalahkan penjualan fu150 walau kalah dari mx135. Tapi selanjutnya memble karena tidak diiringi pencitraan yang tepat.

    Jadi comparisonnya bukan antara vega zr dengan cs-1. Tapi 2 contoh kasus untuk menggambarkan efek dari pencitraan suatu produk.
    CMIIW…

  • 3. seniman sableng  |  April 20, 2009 at 12:46 am

    “Bahkan Penjualan Vega ZR sendiri diluar prediksi dari saya. Bandingkan dengan CS-1 yang lebih gagah kok bisa gagal. Sungguh tragis ….” – saya kutip dari artikel diatas, komen apple to orange untuk statement itu alasannya karena keberhasilan ZR bukan karena faktor image dan kegalalan CS-1 adalah karena image jadi gak bisa di compare, but kalo dibilang gak nyambung ya okelah…

    Anyway, bagi saya keberhasilan ZR bukan masalah pencitraan tapi lebih karena faktor harga, soalnya sasarannya adalah ekonomi menengah kebawah. dan model ZR itu cuma jadul di blog. untuk masyarakat umum sih biasa saja. trus belum bisa dibilang berhasil juga karena jualannya masih kalah sama abs revo yang lebih mahal.

    quote:
    “Yang saya pahami dari artikel ini, vega zr biar “jelek” dan “jadul” dibanding pesaing, dalam hal ini abs. revo, tapi dengan promosi dan pencitraan yang jitu tetap bisa laris dan menyaingi penjualan abs. revo yang jelas-jelas lebih murah.”

    masa sih abs revo lebih murah dari ZR? ditempat saya sih masih lebih mahal abs revo spoke wheel dari pada ZR.
    saya liat price list jakarta juga lebih mahal abs revo? apa ada versi ZR yang lebih mahal atau ada abs revo yang lebih murah?

  • 4. bima  |  April 20, 2009 at 11:57 am

    dimana-mana juga penonton bola lebih pintar daripada pemain bola… kalo teriak paling kenceng dan paling bener … tapi coba kalo disuruh ikutan main bola…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


2009

April 2009
M T W T F S S
« Mar   May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Top Clicks

  • None

Pages


%d bloggers like this: