BERTAHAN DITENGAH PERANG

April 21, 2009 at 2:22 pm 8 comments

Persaingan dalam dunia usaha adalah hal yang lumrah, seperti pepatah mengatakan ada gula ada semut. Kalau suatu usaha dirasakan menguntungkan tentu akan banyak pemain yang memperebutkan ‘kue’ tersebut seperti industri Sepeda Motor Nasional yang belakangan mulai kedatangan banyak pendatang baru contohnya Bajaj, TVS, Viar, Minerva

Persaingan inilah yang kadang membuat ATPM (agen Tunggal Pemegang Merk) yang telah mempunyai market share yang cukup besar gerah karena ‘kue’ yang diperoleh pasti senantiasa terancam oleh ATPM lainnya. Namun hal ini tidak mungkin dihindari, ATPM haruslah melihat persaingan dari sudut pandang yang berbeda. Persaingan adalah bagian dari “seni” berbisnis, coba kita bayangkan bagaimana pertandingan sepakbola Liga Inggris kalau hanya diikuti satu atau dua kesebelasan, hal ini tentu tidak menarik bagi penonton, media massa, bursa taruhan bahkan peserta itu sendiri. Tidak ada tantangan, tidak ada persaingan, tidak ada hiburan dan kurang peliputan.

Menurut saya, Persaingan justru akan mendorong efisiensi, kreatifitas, kualitas, profitabilitas dan juga pertumbuhan perusahaan. Persaingan juga menguntungkan konsumen karena mereka mempunyai beberapa pilihan sehingga dapat menentukan pilihan terbaiknya sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka.

picpic_header_awardsPersaingan Industri Sepeda Motor sangat ketat. Secara garis besar pertempuran melibatkan ATPM besar yang sudah mapan karena telah puluhan tahun beroperasi di Indonesia seperti AHM (Honda), YMKI (Yamaha), Indomobil (suzuki) dan KMI (Kawazaki) ditambah tantangan dari ATPM pendatang baru yang siap bersaing.

Namun, persaingan industri Sepeda Motor ini saya nilai tidak seimbang, ATPM besar yang nota besar telah mapan memiliki banyak keunggulan sistem manajemen, sumber modal, SDM, jaringan distribusi, dan teknologi. Hal ini tentu meresahkan ATPM pendatang baru yang berdampak pada kekalahan sebelum berperang. Pertanyaannya adalah siapa yang bilang “kalah”? bukankah itu hanya sebuah opini? dan opini belum tentu benar. ATPM pendatang baru seharusnya dapat menantang ATPM besar dan dengan lantang berkata “Siapa takut, dengan ATPM besar?”

Berikut ada beberapa celah yang dapat dimanfaatkan oleh ATPM pendatang baru agar dapat bertahan ditengah ketatnya persaingan Industri Sepeda Motor Nasional menurut pengalaman saya selama ini:

1. Be Different
Suzuki pernah “merajai” kategori motor sport dengan Suzuki Thunder. Penjualan Suzuki Thunder cukup fantatis karena membidik segmen motor sport dengan harga motor bebek alias ekonomis. Impian sebagian orang yang ingin memiliki Motor Sport dapat terealisasi karena harganya yang cukup terjangkau bagi mereka yang berpenghasilan “standard”.

Kasus lain, Yamaha dapat dibilang sukses “memakan” market share Honda dalam berapa tahun belakangan ini karena kejeliannya dalam membaca selera pasar, khususnya Mio dan Vixion. Seperti yang kita ketahui, Mio dan Vixion saat ini telah menjadi “Raja” dikategori Matic dan Sport karena keberanian YMKI, sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek Yamaha di Indonesia, dalam memperkenalkan teknologi sepeda motor terbaru di Indonesia. Saya masih ingat bagaimana Mio masih dikatakan motor “waria” pada saat itu, Bagaimana teknologi injeksi pada Vixion sempat diragukan. Namun, seiring berjalannya waktu YMKI dapat melakukan edukasi pasar bahwa inilah yang terbaik untuk bikers di Indonesia

Dua contoh diatas membuktikan bahwa keberanian untuk “be different” dapat menjadi kunci utama agar dapat diterima dibenak para Bikers bahkan berkat keberanian “be different” ini, ATPM mampu meningkatkan penjualannya lewat edukasi pasar yang baik. Bikers Indonesia menurut saya senantiasa membutuhkan sesuatu yang baru dan yang dapat memberi mereka “sensasi” dalam berkendaraan.

hal04-05-ymh05-vega-zr-298x300Itulah sebabnya, YMKI merasa perlu meningkat “value Added” dari Vega R dengan melaunching Vega ZR yang berkapasitas 115cc setelah AHM me-upgrade Revo menjadi 110cc. Kalau YMKI masih tetap mengusung Vega dengan kapasitas mesin 110cc, mereka akan “keok” dalam pertempuran di segmen low price model ini. Dengan menawarkan mesin dengan kapasitas yang lebih besar, Vega ZR sudah kelihatan “berbeda” dengan Absolute Revo walaupun berada disegmen yang sama.

Untuk itu dalam menghadapi persaingan yang ketat, ATPM pendatang baru “seharusnya” tidak ikut-ikutan model dan teknologi dari ATPM yang telah mapan, harus berani berkreasi donk …..

2. Kehebohan
Buatlah kegiatan promosi yang menghebohkan yang mampu membuat konsumen tergerak untuk tidak hanya sekedar tahu tentang produk yang telah dipasarkan, tetapi mencoba produk tersebut. Disinilah ATPM membangun brand imagenya dengan cara kehebohan. Nah, untuk hal ini tidak berarti ATPM harus mengeluarkan banyak dana namun lebih pada kreatifitas ATPM dalam mengemas kegiatan promosi yang berdampak pada brand impression, bukan sekedar brand experience.

dsc_9828Contoh, YMKI membuat program Impossible Matic untuk membuktikan hal yang tak mungkin dilakukan motor matic menjadi mungkin. Program yang sengaja ditayangkan dilayar TV waktu itu bertujuan membentuk persepsi publik bahwa kekuatan motor matic yang sangat luar biasa. Selain itu, program Impossible Matic juga memberikan edukasi kepada penonton agar lebih percaya pada ketangguhan Yamaha Mio. Intinya, segala sesuatu yang dianggap tidak mungkin bagi Mio, diperagakan di program tersebut, seperti kekuatan MIO dapat menarik mobil, berkendaraan tanpa hambatan diatas kolam air, dan adegan free style yang lagi nge-trend dikalangan kawula muda. Bahkan iklan Yamaha Mio waktu itu dibuat menantang, masih ingat si “nenek” harus jatuh bangun dan diikuti text “jangan ikuti adegan iklan ini”. Yamaha membuktikan bahwa Mio dapat menjadi solusi bagi kehidupan penggunanya bahkan bisa menandingi performa sepeda motor bebek. Hasil tahu sendiri khan?

3. Jadi buah bibir
Walaupun menyandang status ATPM pendatang baru, ATPM harus menjadi buah bibir lebih dari ATPM pesaing bahkan ATPM pesaing yang notabene market leader. ATPM pendatang baru harus selalu dibicarakan banyak orang. Contohnya, XL, walaupun bukan merupakan market leader tetapi kenyataanya XL selalu dibicarakan orang. Dengan iklannya yang konyol dan strategi harga yang ditawarkan. Secara langsung maupun tidak membuat perusahan ini dikenal dimana-mana dan akhirnya justru dianggap perusahan yang menakutkan, bahkan mungkin banyak yang kemudian “terjebak” untuk mencoba dan menggunakannya. Tidak menjadi market leader tidak apa-apa, yang lebih penting dibicarakan orang dimana-mana! (gue sengaja mengambil contoh kasus dari industri lain karena menurut gue ini sangat menarik).
miss-indonesia-2009
4. Komitmen
Saat ATPM pendatang baru ingin melawan ATPM lama yang sudah mapan seperti Honda, Yamaha dan Suzuki, ATPM pendatang baru tersebut harus memfokuskan kegiatan marketing pada hal-hal yang berpotensi menjadi kekuatan utama atau competitive advantage.

ATPM pendatang baru, kalau harus head to head dengan ATPM besar, pasti babak belur. ATPM pendatang baru harus menyadari kelemahan mereka mulai dari kalah SDM, kalah Modal, Kalah Networking, dan lain lain. Saya cukup kagum dengan strategi beberapa pendatang baru yang “menyerang” target pasarnya mulai dari dari luar lalu pelan pelan masuk ke Jantung Kota. Boleh diakui dengan mengusung harga yang lebih murah dari ATPM yang telah mapan, strategi penyerbuan dari Luar ini cukup berhasil meningkatkan penjualan. Cara ini saya lihat dijalankan oleh beberapa ATPM seperti VIAR

Gimana siap berhadapan dengan ATPM besar? Siapa takut? Yang penting kreatif dan punya komitmen yang jelas … Selama berjuang

Entry filed under: motor. Tags: , , , , , , , , , .

KLX 150, WAH MAKIN BANYAK PILIHAN APRESIASI BUAT WANITA INDONESIA

8 Comments Add your own

  • 1. tores  |  April 21, 2009 at 3:08 pm

    Pertamax uey… O..ya Bt ATPM harus ngkut MOTOGP/WSBK ato idoprix biar knsumen teu sbrapa handal motor pbrikan anda. Kalo bs b’saing yg pasti poduknya jg bs b’saing!

  • 2. sheila090782  |  April 21, 2009 at 4:29 pm

    Setuju pendapat mas, kita ingat kasus jupiter z yang dulu dibawah bayang bayang Fiz-R, tapi setelah juara dibeberapa ajang lomba image sudah mulai terbentuk

  • 3. SkywaveR  |  April 22, 2009 at 2:50 am

    Kedua ah.. yg punya warung ng dihitung.
    bener ulasannya. be different. gua pake skywave jg jd mantep. jarang sih yg punya. jd sering jd perhatian klo jalan.
    ATPM baru harus bisa kyk partai gerindra or hanura. bahkan demokrat. dg ngalain partai2 yg udah besar. ya kan mb sheila..?

  • 4. SkywaveR  |  April 22, 2009 at 2:55 am

    Mba sheila kelahiran th 82? tp pandangannya wih udah dalem bgt. aku yg 80 aja ngrasa kalah nih.

  • 5. Kecret  |  April 22, 2009 at 6:42 am

    mbak sheila punya data penjualan ATPM yg non-AISI ga? contohnya BAJAJ dan TVS serta Minerva, aq liat saat ini jumlah pemakau Pulsar (khusunya di Jakarta) sangat banyak, kayaknya untuk wilayah jakarta aja penjualan Pulsar lebih gede daripada Megapro ya? cause lebih banyak pulsar berplat bulan-3 daripada megapro ber-plat bulan-3 ……….

  • 6. sheila090782  |  April 22, 2009 at 3:50 pm

    @ Kecret
    Kebetulan untuk tahun ini data AISI hanya dikumpul dari 4 pabrikan besar yaitu Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawazaki.
    saya pun masih menunggu kabar terbaru dari manajemen masing masing pabrikan yang anda sebutkan diatas. Semoga mereka mau memberi datanya.
    terima kasih

  • 7. Ralih  |  April 29, 2009 at 1:14 pm

    Body Vega ZR Yang belakang dan lampu stopannya terkesan kurang elegan dan garanggg….!!!!

  • 8. Tom  |  April 29, 2009 at 1:17 pm

    La…. yang Garang dan Elegan, Contohnya seperti apa mas Ralih…???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


2009

April 2009
M T W T F S S
« Mar   May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Top Clicks

  • None

Pages


%d bloggers like this: