GAJI MAMA BERAPA SIH

May 14, 2009 at 2:47 pm 6 comments

Berapa Gaji MamaSeperti biasa Wulan, Kepala Cabang di sebuah perusahaan pembiayaan, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama. “Kok, belum tidur?” sapa Wulan sambil mencium anaknya. Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang Ibu menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, “Aku nunggu Ibu pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Ibu?”

“Lho tumben, kok nanya gaji Ibu? Mau minta uang lagi, ya?”

“Ah, enggak. Pengen tahu aja” ucap Sarah singkat.

“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ibu bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Ibu masih lembur. Jadi, gaji Ibu dalam satu bulan berapa, hayo ?”

Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara Ibunya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Wulan beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya. “Kalo satu hari Ibu dibayar Rp. 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Ibu digaji Rp. 40.000,- dong” katanya.

“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur” perintah Wulan.

Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Ibunya berganti pakaian, Sarah kembali bertanya, “Ibu, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak?”

“Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Ibu capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah”.

“Tapi Ibu…”

Kesabaran Wulan pun habis. “Ibu bilang tidur!”, hardiknya mengejutkan Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Wulan nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Wulan berkata, “Maafkan Ibu, Nak, Ibu sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp. 5.000,- lebih dari itu pun Ibu kasih”, jawab Wulan.

“Ibu, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini”.

“lya, iya, tapi buat apa?”, tanya Wulan lembut.

“Aku menunggu Ibu dari jam 8. Aku mau ajak Ibu main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Pembantu sering bilang kalo waktu Mama itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Mama. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp. 15.000,- tapi karena Mama bilang satu jam Mama dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp. 5.000, makanya aku mau pinjam dari Mama” kata Sarah polos.

Wulan pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan uang yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk “membeli” kebahagiaan anaknya.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

WAH … KINI ADA MOTOR LISTRIK SPORT PENTINGNYA BRAND IMAGE DALAM INDUSTRI SEPEDA MOTOR

6 Comments Add your own

  • 1. The Legendary Ride  |  May 14, 2009 at 4:38 pm

    mengharukan..
    hiks..hiks..:-(

  • 2. SkywaveR  |  May 14, 2009 at 10:58 pm

    :~(
    baca artikel ini jd tambah yakin. sheila besok pasti jd istri dan ibu yg hebat.

  • 3. Uddin  |  May 15, 2009 at 6:57 am

    Kekna dulu pernah baca dech … Tp d mana yak. :Lupa2 ingat:

  • 4. 4dw4rds  |  May 15, 2009 at 7:22 am

    iya ini udah prnah beredar di milist, udah lama.., tp dulu versi “gaji bapaknya brp?”

    mkn cocok dg pengalaman pribadinya bu sheila? hehe…🙂

  • 5. anton_ks  |  May 15, 2009 at 8:30 am

    menharukan tp juga lucu namanya aja anak anak…..

  • 6. Abdullah  |  May 17, 2009 at 5:12 am

    Ibu adalah guru pertama bagi anak – anak kita. ketika guru itu pergi meninggalkan rumah kemanakah anak – anak kita memperoleh hak belajarnya? Banyak diantara wanita yang memandang pekerjaan mengasuh anak adalah sebentuk penjajahan dalam rumah tangga. Tak sadarkah, itu adalah amanah yang tak dapat ditanggung siapapun kecuali oleh para ibu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


2009

May 2009
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Top Clicks

  • None

Pages


%d bloggers like this: