KOK ADA YANG GAGAL? APA PROSESNYA SALAH? (BAGIAN 2)

May 27, 2009 at 1:25 pm 5 comments

Berlawanan dengan traditional innovation yang telah gue bahas sebelumnya (BACA: KOK ADA YANG GAGAL? APA PROSESNYA SALAH? BAGIAN 1), banyak perusahaan-perusahaan diluar industri Sepeda Motor sekarang yang telah bergerak ke experience innovation yang lebih consumer-centric, di mana perusahaan memberi peluang yang sebesar-besarnya kepada konsumen untuk terlibat aktif mengembangan produk baru contohnya starbucks dan Nike.

Experience innovation inilah yang kemudian menjadi dasar co-creation yang didefinisikan sebagai proses kolaborasi yang kuat antara produsen dan konsumen dalam pengembangan produk baru. Kenyataannya, apabila Perusahaan sudah menjalankan proses co-creation dengan baik maka value dari produk tersebut akan lebih baik dari produk yang dihasilkan melalui traditional innovation.

Pasar yang semakin horizontal dan terbuka karena didorong perkembangan teknologi informasi terutama internet mengakibatkan proses co-creation semakin menemukan momentumnya karena internet mampu menyediakan platform yang memungkinkan interaksi antara perusahaan dan konsumen semakin mudah. Tidak heran kalau banyak ide dan saran dari blogger saat ini menjadi masukan bagi ATPM dalam pengembangan sepeda motor baru. Bahkan, terjadinya perang kata-kata diberbagai blog disinyalir menjadi ajang “oknum” ATPM untuk mencari tahu sisi positif dan negatif dari produk mereka.

Kemajuan teknologi informasi mendorong perilaku konsumen ikut berubah di mana mereka menuntut semakin dilibatkan dalam pengembangan sepeda motor baru sehingga ATPM mau tidak mau “dipaksa” untuk semakin melibatkan konsumen dalam pengembangan produk baru.

Sayangnya belum ada ATPM di Indonesia yang mempunyai “ruang” khusus di dunia maya untuk menampung aspirasi konsumen dalam mengembangkan sepeda motor baru seperti yang dilakukan Starbuck yang menggunakan mystarbucksidea.force.com untuk mencari ide dalam pengembangan produk mereka. Nike menggunakan NIKEid.com yang memungkinkan konsumen mendesain sendiri sepatu dan kaos yang mereka inginkan.

Kalau perusahaan dan konsumen sudah bisa berinteraksi dengan langsung, pertanyaannya adalah bagaimana peran riset pasar dalam co-creation?. Dalam traditional innovation, riset pasar yang paling sering digunakan adalah riset konvensional seperti focus group discussion dan survei.

Focus Group Discussion biasanya digunakan untuk Brainstorming eksplorasi ide-ide baru dan untuk produk tes, sementara survei digunakan untuk mengetahui peluang pasar dan tingkat penerimaan konsumen terhadap produk baru yang akan diluncurkan.

Dalam co-creation, penggunaan teknik-teknik riset konvensional tidak cukup lagi karena riset konvensional menempatkan konsumen sebagai pihak yang pasif menunggu apa yang akan ditanyakan oleh produsen berlawanan dengan semangat co-creation yang menuntut konsumen yang lebih aktif (nah, disini pertanyaan yang diajukan banyak dalam bentuk essay, jadi lebih subjektif jawaban yang didapatkan).

Karena itu R&D dari ATPM seharusnya merubah paradigmanya dari yang semula sebagai “interogator” menjadi seorang “fasilitator” yang lebih banyak mendengar dan memfasilitasi interaksi antara ATPM dan konsumen.

Pertanyaannya, kalau ATPM menjalankan proses diatas? Apakah sudah tidak akan ada lagi produk gagal? Wah… susah deh jawabannya … Cuma tidak ada salahnya mencoba, toh perusahan multinasional telah melaksanakan dan buktinya mereka SUKSES SELALU …….

Entry filed under: motor. Tags: .

KOK ADA YANG GAGAL? APA PROSESNYA SALAH? (BAGIAN 1) AKANKAN ROSSI JUARA DI MUGELLO?

5 Comments Add your own

  • 1. SkywaveR  |  May 27, 2009 at 3:20 pm

    Ayo ATPM dengarkan suara kami…!
    #1

  • 2. arie slight  |  May 27, 2009 at 5:56 pm

    ATPMnya masih belom sikut-sikutan, masih pada puas sama omsetnya masing-masing, jadi masih jauh kayanya sampe ke tahap itu… tau lah itu…
    ternyata ATPM pada baik-baik ya.. pada mensyukuri nikmatnya masing2 hehe….
    ngimpi kali kalo ada ATPM bisa bikin sistem kaya BMW lo rider yang nanyain konsumen maunya dibikinin motor kaya gimana..
    lagian konsumen sini kan maunya murah meriah, susah deee

  • 3. SkywaveR  |  May 27, 2009 at 11:31 pm

    ATPM masih pada punya senjata pamungkas, macam airblade yg udah sejak 2006 lahir. tp sampai sekarang blm dikeluarkan.
    kenapa.?
    ngapain buat produk baru, klo yg lama aja masih laku.😉

  • 4. 4dw4rds  |  May 28, 2009 at 7:11 am

    Pembahsannya objektif, tutur katanya enak di baca.. dan wajah cantiknya enak dipandang.. gw damai di warung ini… xixixixi

  • 5. zipx  |  May 28, 2009 at 5:41 pm

    Namanya juga bisnis gak ada yang mau rugi dong……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


2009

May 2009
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Top Clicks

  • None

Pages


%d bloggers like this: